Cara Cek Sisa Pulsa Token Listrik Semua Merk

Untuk diketahui bahwa serial number dari PLN memiliki peran yang sangat penting. Terlebih lagi pada saat anda hendak melakukan pengisian pulsa listrik. Jadi jangan sampai serial number nya salah ketika melakukan pengisian.

Apabila terdapat kesalahan hanya satu nomor saja, tentu akan menjadikan KWH listrik yang ada di rumah anda tidak akan mungkin bertambah karena ketika melakukan pengisian akan selalu gagal.

Khsus pengguna listrik pra bayar, anda memiliki kemudahan untuk selalu mengecek sisa saldo Listrik anda agar dapat melakukan antisipasi seperti pengisian sebelum ada peringatan. Karena kwh memiliki merk yang berbeda-beda, maka caranya juga akan berbeda.
 

Cara Cek Sisa Pulsa Listrik

Beberapa merk seperti Conlog atau Itron biasanya sudah langsung menampilkan informasi sisa kWh di layar meterannya sehingga anda tidak perlu memasukan kode apapun.

Namun, untuk beberapa merk harus memasukan kode seperti Hexing, biasanya harus menekan kode 801 dan enter, merk Glomet tekan 37 dan Enter, lalu untuk merk Star tekan 07 dan Enter. Setelah anda tekan enter maka akan muncul informasi sisa kuota listrik anda.

Pada zaman dulu sistem pembayaran listrik hanya dilakukan dengan cara pasca bayar, artinya pakai dulu baru bayar. Namun sistem pasca bayar ini dianggap lebih boros karena pengguna tidak bisa mengatur pemakaian.

Berbeda dengan dulu, seiring perkembangan zaman seperti sekarang ini sudah mulai ada perubahan yaitu menggunakan sistem token atau pra bayar. Jadi boros atau iritnya pemakaian listrik bisa kita atur.

Lalu mana yang lebih efektif? Pra bayar atau pasca bayar?

Diantara keduanya tidak bisa langsung memilih salah satunya yang paling bagus karena keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jadi pada kahirnya tergantung pada penilaian setiap orang.

Masyarakat Indonesia sendiri memiliki opini yang berbeda-beda, ada yang menganggap bahwa pasca bayar lebih untung dibandingkan dengan pra bayar. Dan begitu juga sebaliknya. Mari kita cek kelebihan dan kekurangan di antara keduanya:

1. Listrik Pasca Bayar

Untuk listrik pasca bayar ini anda hanya perlu melakukan pembayaran hanya satu kali yaitu di awal bulan, dan ketika anda mengalami keterlambatan pembayaran maka anda akan dikenakan denda.

Sistem pasca bayar ini seperti kita berhutang karena pakai dulu baru di bayar bulan berikutnya, sehingga ini dianggap hal ini sebagai kelemahan karena pemilik tidak bisa melihat besar biaya listrik yang harus dibayarkan pada bulan itu, karena tidak terdapat peringatan pada saat menggunakan listrik secara berlebihan.

2. Listrik Pra Bayar

Dari namanya saja sudah pra bayar, artinya anda harus membeli pulsa atau token terlebih dahulu baru bisa menggunakan aliran listrik. Besaran token juga berbeda-beda mulai dari Rp 20.000 hingga Rp 1.000.000.

Kemudahan dari pengguna pra bayar ini adalah anda dapat membeli token dimana saja baik online maupun offline dengan jumlah sesuai keinginan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel